• Bisnis
  • Hobby Jadi Bisnis

    Alangkah enaknya ya jika hobby yang kita gemari jadi bisnis. Selain feel nya dapet, semangatnya dapet, passion nya juga dapet dan yang tidak kalah penting, duitnya juga dapet. Passion dapat diartikan sesuatu kegiatan yang tidak akan pernah bosan melakukannya, tidak peduli dengan untung atau rugi yang akan di dapat, begitu kurang lebih, yang penting puas dan senang, bisa membahagiakan diri sendiri apalagi bisa membahagiakan orang lain.

    Contohnya, saya hoby main bulutangkis, walaupun cuma sekadar cari keringet, ga bisa-bisa amat sih, maka saya jualan semua peralatan bulutangkis secara online, mulai dari raket sampai kaos kaki, pokoknya semua peralatan yang mendukung permainan bulutangkis. Jika ditanya pembeli tentang spesifikasi produk, insya Allah saya dapat menjelaskan secara detail.

    Contohnya, kalau ada calon pembeli menanyakan raket apa yang enak untuk pemain type menyerang? Maka akan saya jawab begini kira-kira: pilih raket yang berat ke depan (ke kepala raket), kelenturan raketnya stiff (kaku), pilih diameter grip (pegangan raket) yang kecil, tiga faktor ini akan membantu power yang dihasilkan oleh tangan pemain.

    Bagaimana kalau raket yang cocok dipakai untuk pemain bertahan? Begini jawaban saya, pilih raket yang relatif ringan, kelenturan raketnya fleksibel, sehingga menghasilkan ayunan yang kuat.

    Jawaban saya bisa jadi salah, bisa jadi betul, relatif sih, tapi banyak yang bilang, main bulutangkis sih gimana tangan, raket tidak terlalu berpengaruh.

    Saya dulu pernah jualan brownies Amanda online, waktu jamannya segala dijual, yang penting jadi duit. Pernah ada pembeli yang bertanya: “ Itu ukuran brownies kukus original Amanda nya, panjang lebar dan tinggi nya berapa centimeter”? Sungguh pertanyaan yang tidak disangka-sangka. Masa saya harus pergi ke outlet brownies Amanda, bawa penggaris, terus bilang ke mba pelayannya: “Mba, maaf ya saya mau ngukur panjang lebar tinggi browniesnya”? Tapi itu dulu, karena bukan passion saya di dunia makanan dan kuliner maka saya serahkan ke istri saya, biar lebih pas

    Bagaimana dengan anda?